Postingan

Bab 13. Kondangan Raisa

Gambar
Pukul sepuluh malam. Setelah prosesi pemakaman Rambang di ibukota provinsi selesai dilaksanakan, aku mengumpulkan seluruh anggota penting Keluarga Tong di markas besar. Untuk kalian yang belum tahu, markas itu berada di jantung paling elit pemukiman kota ini. Di depannya hanya tampak barisan rumah-rumah mewah, besar, megah. Setiap hari ribuan orang lewat di jalanan depannya, tanpa menyadari apa sejatinya yang berada di sana. Karena puluhan rumah itu hanya decoy, memang ada penghuninya, tapi itu adalah keluarga tukang pukul, atau kerabat ‘pemilik’ bisnis legal Keluarga Tong, orang-orang hebat yang sering masuk koran—mereka hanya suruhan kami, seolah itu perusahaan raksasa milik mereka. Di belakang rumah-rumah itu, dalam kawasan seluas sepuluh hektar, juga berbentuk rumah-rumah elit lainnya, di situlah markas Keluarg Tong berlokasi. Dari atas satelit, hanya nampak seperti perumahan biasa, normal. Di bawah atapnya, aktivitas satu dari delapan penguasa shadow economy Asia P...

Bab 12. Sersan Vasily Okhlopkov

Gambar
Dua mobil tidak meluncur ke markas besar, melainkan berbelok masuk ke hotel bintang lima. Aku yang menyuruhnya ke sana. Tukang pukul langsung membanting setir. Togar yang mendapatkan kabar terbaru tersebut juga tergopoh-gopoh bersama pasukannya menuju hotel itu. Kami bertemu di lobi, dan tanpa banyak bicara, langsung menuju Presidential Suite. Lift bergerak menuju lantai dua puluh, berjalan cepat menuju pintu. Direktur hotel terbirit-birit menemaniku, membungkuk-bungkuk sepanjang jalan, kemudian membuka pintu dengan kunci yang dia bawa, aku segera melangkah masuk, berteriak marah. “YUKI!! KIKO!!” Yuki muncul dengan piyama pink, rambutnya berantakan—dia sepertinya baru bangun tidur. Kamar type ini luas, disekat-sekat menjadi ruang tamu, ruang bersantai, kamar tidur dan sebagainya, bahkan ruang khusus untuk wardrobe berukuran tiga kali empat meter. “Ad-ha ap-pa, Bujang?” Yuki menguap. “Dimana Kiko!” Aku membentaknya. “Dia sedang mandi. Berendam.” Mata ...